8 Cara Menulis Deskripsi Produk yang Baik Demi Menarik Minat Pembeli

3 min read

Cara Menulis Deskripsi Produk yang Baik

Deskripsi produk yaitu tulisan yang menjelaskan tentang suatu produk dan mengapa produk tersebut layak dibeli. Tujuannya yaitu untuk menyediakan informasi yang penting bagi calon pembeli mengenai fitur dan juga manfaat suatu produk. Namun, menuliskan deskripsi produk bukanlah hal yang mudah dilakukan karena pengusaha ataupun pemasar seringkali membuat kesalahan.

Padahal, deskripsi produk sangat penting dalam menentukan tindakan pembelian bagi calon pembeli. Selain itu, deskripsi produk bukan hanya sebuah kalimat yang hanya memberikan informasi terhadap suatu produk, tetapi juga harus menarik minat pembeli. Berikut ini adalah 8 cara yang bisa dilakukan dalam menulis deskripsi produk yang baik dan menarik minat pembeli:

1. Fokus Pada Target Audience yang Dituju

Cara pertama yang bisa diaplikasikan ketika menulis deskripsi produk yaitu fokus pada target audience yang disasar. Pasalnya, saat menulis deskripsi produk namun isinya tidak berdasarkan pada target audience yang dituju, maksud pesan yang ingin disampaikan tidak akan sampai. Selain itu, deskripsi yang dibuat pun melebar sehingga tidak menyentuh target audience yang dituju.

Sebaiknya tulisan deskripsi produk disesuaikan dengan target audience, baik secara bahasa dan juga maksud dari pesan yang ingin disampaikan. Cobalah untuk memahami bagaimana bahasa atau kata-kata yang sering mereka gunakan. Atau, buatlah deskripsi produk berdasarkan ketika menjual produk secara langsung pada target audience yang dituju.

2. Kenalkan Manfaat Produk

Saat menulis deskripsi produk, gunakan pendekatan berdasarkan manfaat dan juga pengalaman yang akan dirasakan oleh target audience. Pasalnya, salah satu kriteria pemilihan produk bagi pembeli potensial adalah apakah ada keuntungan yang didapatkan setelah membeli suatu produk. Jadi, saat menulis deskripsi produk, sebaiknya menjelaskan bagaimana produk tersebut bisa menyelesaikan berbagai masalah pembeli.

Misalnya, ketika memiliki produk gel pencuci tangan, hindari menulis deskripsi produk dengan hanya menjelaskan produk tersebut bersih dan lembut. Tetapi, jelaskan juga jika produk tersebut wangi sehingga bisa membangkitkan semangat bagi penggunannya. Jelaskan secara rinci dan dekat manfaat yang akan didapatkan oleh penggunanya jika menggunakan produk tersebut.

3. Buatlah Deskripsi Produk yang Spesifik

Para penjual produk seringkali menuliskan bahwa produk yang dijual sangatlah berkualitas. Padahal deskripsi produk seperti itu tidak akan memberikan kesan apa-apa terhadap pembeli. Untuk menghindari hal tersebut, jangan menggunakan kata-kata yang tidak spesifik karena akan menimbulkan persepsi yang ‘biasa saja’ terhadap suatu produk.

Oleh karena itu, saat menulis deskripsi produk, gunakan kata-kata yang spesifik pada suatu produk. Misalnya, saat menjual produk sepatu, hindari menuliskan deskripsi seperti ‘produk yang dijual sangat berkualitas’. Namun, tambahkan setiap detail manfaat yang akan dirasakan oleh pembeli dan juga fitur yang membuat produk tersebut bisa dianggap berkualitas.

4. Gunakan Kata-Kata yang Kuat dan Menjual

Tidak sedikit penjual menilai bahwa produk yang dijual adalah yang terbaik, tercanggih, ataupun termurah. Namun, kata-kata tersebut menjadi kurang disukai oleh calon pembeli karena mereka terbiasa membaca kata-kata tersebut pada setiap deskripsi produk. Oleh karena itu, ketika menyatakan bahwa produk yang dijual adalah yang terbaik, berikanlah alasannya dan buktikan secara spesifik.

Baca juga : Tips Membuat Persuasive Copywriting Untuk Meningkatkan Penjualan Produk

Amazon memberikan contoh bagaimana penulisan deskripsi produk dengan baik saat menjual Kindle Paperwhite. Mereka menyatakan bahwa Kindle Paperwhite adalah e-reader paling canggih di dunia. Amazon menjelaskan secara rinci mengapa mereka berani menjamin bahwa Kindle Paperwhite adalah e-reader terbaik. Seperti, saat digunakan di bawah sinar matahari yang cerah sekalipun, teks yang dihasilkan tetap jernih tanpa silau.

5. Gunakan Kalimat yang Menarik Imajinasi Calon Pembeli

Peneliti membuktikan bahwa ketika seseorang memegang produk secara langsung, keinginan untuk memiliki suatu produk menjadi meningkat. Tentu saja hal tersebut tidak bisa dicapai ketika menjual produk secara online. Oleh karena itu, saat menjual produk secara online, gunakan gambar atau video yang beresolusi besar sehingga membantu pembeli dalam menentukan keputusan pembelian.

Selain menggunakan gambar atau video, gunakan copywriting yang meningkatkan imajinasi calon pembeli. Dengan begitu, calon pembeli bisa membayangkan seperti apa rasanya ketika memiliki produk tersebut. Misalnya, di awal kalimat gunakan kata ‘bayangkan’ dan tutuplah dengan menjelaskan bagaimana perasaan calon pembeli ketika memiliki dan menggunakan produk tersebut.

6. Gunakan Pendekatan Cerita Pendek

Terkadang calon pembeli malas membaca suatu deskripsi produk karena terkesan terlalu menjual dan persuasif. Oleh karena itu, salah satu trik yang bisa digunakan yaitu menggunakan pendekatan cerita pendek terhadap suatu deskripsi produk. Menggunakan cerita pendek pada deskripsi produk akan membuat calon pembeli ‘lupa’ bahwa yang mereka baca adalah suatu bagian dari promosi.

Misalnya, ketika menjual produk sayuran organik. Cobalah ceritakan bagaimana petani menanam dan merawat sayuran organik. Jadi, ketika menulis deskripsi produk menggunakan pendekatan cerita pendek, cobalah informasikan tentang siapa saja dibalik pembuatan produk. Bisa juga menceritakan apa yang yang menginspirasi suatu produk dan juga bagaimana suatu produk bisa berkembang.

7. Gunakan Kata-Kata yang Memancing Alat Indra

Saat menulis deskripsi produk, gunakan kata-kata yang bisa memancing alat indra. Kata-kata yang bisa memancing alat indra bisa mengacu pada rasa, suara, dan juga sentuhan. Misalnya, ketika menjual coklat hitam, tuliskan bahwa cokelat yang dijual adalah coklat hitam yang memiliki rasa yang manis, sedikit pahit, dengan tekstur yang lembut.

Kata-kata yang bersifat sensorik atau yang bisa memancing alat indra adalah kata-kata yang kuat. Berbeda dengan kata sifat yang cenderung sulit diproses di otak para calon pembeli karena mereka sulit membayangkannya. Oleh karena itu, selain menuliskan deskripsi produk yang jelas, gunakan juga kata-kata yang mengacu pada alat indra manusia.

8. Tambahkan Testimoni Pembeli

Saat calon pembeli mencari informasi perihal suatu produk, mereka biasanya mencari saran produk seperti apa yang sebaiknya dibeli. Hal ini mereka lakukan karena para calon pembeli seringkali tidak yakin dengan produk yang akan mereka beli secara online. Salah satu referensi yang biasa digunakan sebagai patokan untuk menentukan keputusan pembelian adalah ulasan dari pembeli.

Oleh karena itu, saat membuat deskripsi produk, bisa menambahkan ulasan atau testimoni pembeli suatu produk. Misalnya, pada website bisa menyertakan gambar yang berisi kutipan dari ulasan pembeli. Ulasan tersebut dianggap mampu mendorong calon pembeli melakukan tindakan pembelian dan menggambarkan kepopuleran suatu produk.

Itulah 8 cara yang bisa diaplikasikan bagaimana menulis deskripsi produk yang baik sehingga bisa menimbulkan minat pembeli. Cobalah untuk menyampaikan hal yang detail sekalipun tentang suatu produk yang dipasarkan. Selain itu, buatlah kalimat deskripsi produk yang persuasif, menarik dan tidak membosankan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *