Aplikasi Clubhouse adalah Masa Depan Media Sosial Berbasis Voice-Chat

By: rianda 3 min read

Aplikasi Clubhouse

Setiap saat, muncul aplikasi-aplikasi baru yang dikenalkan kepada masyarakat. Di antara banyaknya jumlah aplikasi baru, ada segelintir yang mendadak menjadi terkenal. Aplikasi Clubhouse adalah salah satu aplikasi yang saat ini naik daun, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Banyak orang penasaran dengan aplikasi ini.

Aplikasi ini merupakan aplikasi yang saat ini hanya tersedia untuk pengguna iOS. Ketenarannya melesat setelah figur terkenal dunia, Elon Musk, kedapatan menggunakannya dalam suatu kesempatan. Orang-orang dibuat penasaran dengan kegunaannya. Belum lagi, muncul kesan bahwa aplikasi tersebut cukup eksklusif sehingga minat publik semakin besar.

Apakah Konsep Utama dari Clubhouse?

Aplikasi Clubhouse adalah sebuah platform media sosial yang berbasis voice chat. Hal ini berarti bahwa interaksi antara penggunanya dilakukan menggunakan pesan suara. Karakteristik ini membuatnya cukup berbeda dibandingkan kebanyakan media sosial lain. Sebagian besar media sosial biasanya memanfaatkan mode yang berbasis teks dalam interaksi antar-pengguna.

Ide unik ini sudah dikemukakan oleh banyak tokoh di bidang teknologi. Akan tetapi, developer Clubhouse merupakan eksekutor pertamanya. Paul Davison dan Rohan Seth adalah orang-orang yang idenya berhasil menelurkan aplikasi ini. Pengembangannya didukung oleh Andreesen Horowitz, sebuah perusahaan venture  capital.

Ada keuntungan yang diberikan dengan menggunakan interaksi yang berdasarkan pesan suara. Fitur ini mengakomodasi individu-individu yang sangat sibuk sehingga tidak bisa terus-terusan mengakses  layar smartphonenya. Karena menggunakan pesan suara, orang-orang dapat menggunakannya bersamaan dengan menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka tidak akan kelewatan perkembangan berita yang terbaru.

Sepertinya tujuan utama pengembang aplikasi Clubhouse adalah menciptakan platform yang mendukung pengembangan intelektual dari penggunanya. Di dalam media sosial tersebut, seorang pengguna dapat mengakses berbagai macam topik bahasan. Mereka dapat berkontribusi menelurkan ide-ide yang menarik terutama terkait dengan bidang keahlian masing-masing.

Berdasarkan pengalaman orang yang telah menggunakan aplikasi ini, penggunaannya seperti bergabung di dalam podcast. Akan tetapi terdapat kepastian bahwa percakapan antara pengguna terjadi secara real time. Bentuk interaksi pengguna dapat berupa diskusi maupun percakapan biasa. Ada juga pengguna yang memanfaatkannya untuk kepentingan interview dengan disimak oleh pengguna lainnya.

Mengenal Beberapa Keunikan dari Clubhouse

Tentu saja ada beberapa hal yang membuat aplikasi ini mencuri perhatian publik. Aplikasi ini menawarkan keunikan yang membuat orang-orang ingin mencobanya. Berikut merupakan beberapa keunikan Clubhouse yang menjadikannya primadona di awal 2021:

1. Sistem Invite-only

Eksklusivitas aplikasi ini terjadi karena aplikasi Clubhouse adalah aplikasi yang menggunakan sistem invite-only. Untuk menggunakan aplikasi ini, seseorang harus diundang oleh penggunanya. Hal ini berkebalikan dengan kebanyakan media sosial yang dapat diunduh dengan bebas oleh pengguna. Karena itu, orang-orang sangat penasaran akan penggunaannya.

Sistem invite-only dari aplikasi ini juga cukup terbatas. Orang yang sudah terdaftar di dalamnya hanya memiliki kesempatan untuk mengundang dua pengguna baru. Sistem ini membatasi pengguna Clubhouse yang di seluruh dunia jumlahnya hanya ribuan. Meskipun begitu, perkembangan jumlah penggunanya terjadi dengan cukup cepat akhir-akhir ini.

Ketika seseorang diundang oleh pengguna aplikasi, ia akan mendapatkan sebuah pesan langsung ke nomor selulernya. Pesan tersebut berisi link untuk mendaftar ke dalam aplikasi yang hanya disediakan untuk pengguna tersebut. Praktik eksklusif ini menimbulkan ladang bisnis baru, seperti penjualan link pendaftaran di beberapa negara.

2. Topik yang Ditawarkan Beragam

Hal menarik lain yang ditawarkan oleh aplikasi Clubhouse adalah topik-topik percakapan. Ada banyak kategori yang bisa dipilih oleh pengguna. Kategori-kategori tersebut di antaranya adalah teknologi, bisnis, kesehatan, hingga buku. Tentunya ragam topik ini akan berkembang terus seiring dengan berjalannya waktu.

Pada awal mula penggunaan aplikasi, pengguna akan diminta untuk memilih topik-topik yang menurut mereka menarik. Algoritma Clubhouse akan bekerja untuk mengakomodasi preferensi dari masing-masing penggunanya. Akibatnya, konten yang muncul di halaman depan pengguna akan sesuai dengan pilihan yang dibuat di awal mula pendaftaran.

3. Sistem Audio-chat yang Bersifat Real Time

Sistem audio-chat yang menjadi konsep utama aplikasi Clubhouse adalah sistem yang membuat banyak orang tertarik. Di dalam aplikasi ini, sebuah percakapan atau diskusi terbagi ke dalam beberapa ruangan atau room. Pengguna terdaftar dapat mengikuti room yang mereka minati topik bahasannya. Batasan jumlah pengguna dalam satu room adalah 5.000.

Ketika topik bahasan sudah selesai dibahas di dalam room tersebut, room akan tertutup dengan sendirinya. Konten audio yang ada di dalam room tidak akan direkam sama sekali. Tentunya ini cukup berbeda dengan platform untuk streaming audio yang lain. Fitur ini membuat penggunanya menjadi lebih fokus di dalam diskusi.

Fitur hapus otomatis ini membuat Clubhouse menjadi aplikasi yang cukup terkenal di negara-negara dengan situasi politik tertentu. Di Cina, misalnya, banyak komentator politik maupun pengusaha yang memanfaatkannya. Hal ini menyebabkan pemerintah Cina melakukan pelarangan operasional Clubhouse di negara tersebut.

4. Digunakan oleh Individu yang Berpengaruh

Banyak individu berpengaruh yang menggunakan media sosial saat ini. Meskipun begitu, karena Clubhouse merupakan aplikasi suara yang menggunakan sistem real time, orang-orang menjadi lebih tertarik. Kemungkinan karena pengguna merasakan bahwa dengan  aplikasi ini, mereka seperti berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh berpengaruh tersebut.

Aplikasi ini pun masuk ke kategori Unicorn app karena digunakan oleh orang berpengaruh seperti Elon Musk. Khalayak luas sebelumnya tidak terlalu mengenalnya karena aplikasi Clubhouse adalah aplikasi eksklusif dengan sistem invitation. Karena Elon Musk menggunakannya dalam podcast, aplikasi ini segera dikenal oleh publik.

Clubhouse di Masa yang Akan Datang

Alasan yang menyebabkan Clubhouse masih dalam level eksklusif adalah karena versi yang beredar saat ini merupakan versi beta. Versi yang digunakan oleh orang-orang sekarang masih dalam proses finalisasi oleh pengembangnya. Kemungkinan besar akan ada fitur-fitur menarik yang ditambahkan ketika grand launch Clubhouse terjadi besoknya.

Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh developer, salah satunya adalah mengembangkan aplikasi ini untuk publik luas. Developer sepertinya berencana untuk menyediakan versi Android karena aplikasi Clubhouse adalah aplikasi khusus iOS saat ini. Akan tetapi pastinya harus ada proses upscale yang dilakukan secara perlahan oleh developer.

Catatan lain juga diberikan kepada sistem audio-chat yang tidak permanen. Fitur ini memberikan kebebasan berpendapat dengan risiko yang minimal. Di sisi lain,  terdapat risiko lebih besar akan terjadinya cyberbullying tanpa konsekuensi untuk pelakunya. Akan lebih baik jika pihak pengembang mempertimbangkan permasalahan ini.

Versi beta Clubhouse diluncurkan oleh pengembang pada bulan Maret 2020. Developer menjelaskan bahwa mereka berharap untuk meluncurkan versi akhirnya dalam tahun 2021. Meskipun masih dalam fase beta, minat investor padanya sangatlah besar. Saat ini, nilai pasar Clubhouse ditaksir mencapai 1 miliar dollar Amerika.

Pengguna yang tertarik untuk menggunakan Clubhouse namun tidak memiliki koneksi dapat menunggu hingga versi final diluncurkan. Hal ini dapat memakan waktu beberapa bulan karena proses finalisasi tentunya tidak dilakukan sembarangan. Namun, developer menjanjikan bahwa penyempurnaan aplikasi Clubhouse adalah hal sangat layak untuk dinantikan pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published.