Blogger Wajib Tahu! Ini Panduan Cara Menulis Artikel Lengkap & Detail

Panduan Cara Menulis Artikel Lengkap

Saat membuka mesin pencarian Google dan mengetikkan sebuah kata kunci, yang dipilih pertama kali adalah artikel yang berada pada hasil pencarian teratas. Ketika dibaca, pasti terbersit dalam benak, bagaimana cara menulis artikel berisi informasi lengkap seperti itu. Artikel-artikel yang berada pada hasil pencarian teratas biasanya mampu menjawab pertanyaan (kata kunci atau keyword) yang dicari jawabannya.

Dengan perkembangan teknologi informasi melalui internet, sumber informasi pun bergeser pada arah digital. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan artikel untuk publikasi online pun meningkat. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan kebutuhan terhadap penulis artikel yang berkualias. Menjadi penulis untuk website dan blog semacam ini pun menjadi lapangan pekerjaan yang menarik dan mulai banyak diminati.

Sayangnya, keinginan tersebut kurang diimbangi dengan pengetahuan akan cara menulis artikel yang baik dan benar. Seringkali para penulis mengabaikan dasar-dasar yang harusnya dimiliki oleh seorang penulis artikel. Selain itu, tak jarang seorang penulis artikel kurang memahami di mana batasan antara penulisan artikel dan penulisan tulisan fiksi.

Oleh karenanya, di sini akan dikupas tuntas mengenai apa saja dasar yang dibutuhkan oleh penulis. Akan diberitahukan pula bagaimana cara menulis artikel  yang baik. Dijelaskan pula beberapa kesalahan yang sering terjadi dan banyak dilakukan oleh penulis artikel.

Mengenal Jenis Artikel

Secara umum, ada banyak jenis artikel yang dikenal dalam masyarakat. Ada artikel berita, yaitu yang memberikan informasi mengenai peristiwa penting yang baru saja terjadi di suatu tempat. Artikel berita juga memiliki sifat yang aktual dan merupakan topik hangat yang tengah dibicarakan dalam masyarakat.

Selain artikel berita, dikenal pula artikel natural, review, maupun penawaran. Artikel natural merupakan artikel yang mengulas tentang suatu topik secara umum. Tujuan utamanya hanyalah untuk membagikan pengetahuan dan informasi kepada pembaca. Artikel review adalah jenis artikel yang spesifik membahas tentang suatu obyek, isi artikel mengulas mengenai obyek tersebut.

Sementara itu, artikel penawaran biasanya mengandung ajakan persuasif kepada pembaca agar menggunakan suatu produk tertentu. Masih ada berbagai jenis artikel lainnya, namun yang paling sering ditemukan dalam publikasi online adalah jenis-jenis yang telah disebutkan. Yang kemudian dipublikasikan pada website atau blog.

Dasar-dasar yang Dibutuhkan untuk Menulis

Untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan artikel yang berkualitas, ada cara-cara menulis artikel yang perlu diikuti. Di samping itu, perlu pula mengetahui dasar-dasar yang harus dikuasai oleh seorang penulis artikel. Menulis artikel, walau untuk publikasi online, harus tetap mengikuti standar kepenulisan yang berlaku.

Ada lima hal yang tak boleh diabaikan oleh seroang penulis artikel, khususnya untuk publikasi online. Karenanya, sebelum mengulas tentang cara menulis artikel, perhatikan dasar dalam menulis berikut ini:

1. Perlu Tahu Bagaimana Cara Menulis sesuai Kaidah EYD dan Aturan Kepenulisan

Hal pertama yang paling penting untuk menjadi seorang penulis adalah dapat menulis. Segala jenis artikel termasuk dalam golongan tulisan non fiksi. Artinya artikel harus ditulis berdasarkan data dan fakta, diiringi dengan menjelaskan pemahaman si penulis terhadap apa yang tengah dibahasnya. Aturan dalam menulis artikel jelas berbeda dengan aturan yang berlaku dalam menulis tulisan sastra.

Dalam kaidah kepenulisan dalam tata bahasa Indonesia, artikel dapat digolongkan sebagai sebuah tulisan ilmiah. Jenis golongan tulisan ilmiah merupakan tulisan yang memerlukan kajian riset mengenai data dan fakta untuk menuliskannya. Cara menulis artikel pun ditetapkan menggunakan EYD yang baik dan benar, dengan penyesuaian sesuai kebutuhan.

Sebuah artikel yang ditulis tanpa mengindahkan ketentuan penulisan EYD tidak akan dijadikan sebagai sebuah bahan rujukan. Artikel semacam ini pun akan dipandang sebelah mata dan tampak tidak serius serta kurang profesional. Selain itu, mengikuti aturan  tata bahasa akan membuat artikel lebih nyaman untuk dibaca, sehingga akan meningkatkan kepercayaan pembaca.

2. Belajar dengan Banyak Membaca

Seorang penulis artikel yang profesional haruslah memiliki pengetahuan yang luas. Tak hanya terkait topik-topik yang sering diulas di dalam artikel, namun juga dapat menilai mana artikel yang bagus dan mana yang tidak. Kuncinya adalah dengan banyak membaca, baik buku maupun artikel lain yang banyak tersebar di internet.

Di samping itu, dengan banyak membaca, secara otomatis akan mendapatkan edukasi mengenai bagaimana rangkaian kalimat yang tepat. Secara tidak langsung membaca juga mengajarkan cara menulis artikel. Membaca banyak artikel juga dapat dijadikan sebagai cara belajar untuk mengetahui susunan serta format artikel yang baik.

Tidak ada standar khusus bagaimana artikel sebaiknya dituliskan. Hanya saja artikel untuk publikasi online sebainya dituliskan menggunakan sub-sub bahasan. Artikel online haruslah enak dibaca, sebab media yang digunakan adalah media digital. Toleransi mata terhadap tulisan pada media digital jauh lebih rendah dibandingkan dengan media kertas.

3. Memahami Tentang Aturan Sitasi

Tak hanya dalam cara menulis artikel, penulisan sitasi pun masih sering dibingungkan dalam jenis tulisan lain. Secara umum, sitasi dapat dijelaskan sebagai cara mengutip dari suatu sumber dengan menggunakan bahasa sendiri. Sitasi paling sering digunakan dalam penulisan ilmiah, sebab tulisan ilmiah selalu membutuhkan dasar acuan teori.

Dalam menulis sebuah sitasi, haruslah masih mengandung makna yang diharapkan oleh penulis aslinya, namun tak boleh memiliki susunan kata per kata yang sama. Menuliskan detail kalimat yang sama, meski mencantumkan sumber. Jika dalam tulisan dokumen, diberikan batasan hingga maksimal tiga baris, namun dalam artikel online tidak diperkenankan sama sekali.

Metode paling mudah untuk menulis sitasi adalah dengan memahami pokok pikiran dari tulisan yang dibaca, kemudian menuliskan ulang dengan menggunakan bahasa sendiri. Tutup jendela artikel utama dan jangan buka lagi sampai selesai menuliskan apa inti dari tulisan yang dikutip. Cara ini telah terbukti menghindarkan tulisan dari kerentanan terhadap plagiasi.

4. Sifat Mau Belajar dan Pantang Menyerah

Bahkan para penulis profesional yang sudah dianggap ahli pun memulai dari nol. Tulisan pertamanya pasti belum memiliki kualitas seperti yang sekarang. Tak ada seorang manusia pun yang akan langsung menjadi ahli tanpa belajar dan berlatih.

Sama seperti dalam hal lain, dalam menulis yang diperlukan adalah ketekunan dalam melatih diri. Sifat mau belajar dan memperbaiki kualitas diri adalah yang paling dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis artikel yang baik. Tak peduli betapa seorang penulis menguasai cara menulis artikel secara teori, jika enggan berlatih, pasti hasil tulisannya akan tetap kurang.

Terus tantang diri untuk mencoba. Tingkatkan kesulitan topik yang ditulis secara berkala. Dapat dimulai dari topik yang mudah hingga perlahan semakin berat dan berat. Selain itu, tambah jumlah kata secara perlahan-lahan. Mulai dari menulis artikel 300 kata, lalu menjadi 500 kata, tambah hingga 1000 kata, dan seterusnya.

Langkah-langkah dalam Menulis Artikel

Setelah mengetahui dan memahami mengenai dasar-dasar menulis, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengetahui cara menulis artikel. Dalam menulis sebuah artikel yang baik dan benar, perlu mengikuti langkah-langkah khusus. Mulai dari target pembaca hingga pengecekan akhir untuk menentukan tingkat keterbacaan artikel serta bebas dari unsur plagiarisme. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menuliskan artikel:

1. Menentukan Target Pembaca dan Topik

Cara menulis artikel yang pertama adalah mengetahui target pembaca yang dituju akan sangat membantu dalam menentukan topik tulisan artikel. Misalnya saja target pembaca yang ingin dituju adalah mahasiswa perencana, maka bisa memilih topik seperti sejarah perencanaan kota. Atau yang ditargetkan adalah akademisi, dapat mengangkat topik terkait temuan-temuan terbaru.

Jika menulis untuk website yang telah berjalan, biasanya telah memiliki target pembaca. Itulah satu kelebihan yang dimiliki oleh website, yaitu dapat mengetahui statistik beserta demografi pembaca. Demografi di sini di antaranya seperti jenis kelamin dan rentang usia. Oleh karenanya, penulis hanya tinggal memilih topik bahasan yang sesuai.

2. Riset untuk Memilih Keyword

Mengetahui target pembaca serta topik yang akan ditulis, cara menulis artikel berikutnya adalah melakukan riset. Kegiatan riset ini dilakukan untuk memilih keyword atau dapat dikatakan sebagai topik yang spesifik. Keyword inilah yang nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah artikel.

Dalam menulis artikel untuk publikasi online, keyword memegang peranan yang sangat penting. Tujuan utama dari menulis artikel pada website dan/atau blog adalah untuk mendapatkan peringkat tinggi dalam hasil mesin pencarian. Pemilihan keyword inilah yang salah satu faktor yang akan turut menentukan bagaimana hasil peringkat tersebut.

Memilih keyword yang tepat dapat meningkatkan kedudukan website dalam hasil pencarian, begitupun sebaliknya. Salah dalam pemilihan keyword dapat menyebabkan posisi website semakin tenggelam. Oleh sebab, berikut adalah beberapa tips terkait riset untuk memilih keyword:

  • Informasi yang banyak dicari. Pilihlah topik pembahasan yang banyak dicari, sehingga peluang artikel akan diakses semakin besar.
  • Ketikkan topik pada kolom pencarian. Ini merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan, untuk melihat apa saja yang dicari orang terkait topik tersebut.
  • Gunakan mesin SEO. Bisa dibilang ini merupakan jalan bebas hambatan dan salah satu senjata penulis artikel. Mesin SEO akan memberikan hasil statistik mengenai apa saja keyword yang pernah digunakan, berapa banyak, jumlah pencari, dan sebagainya.
  • Keyword harus unik dan kreatif. Topik yang banyak dicari biasanya juga banyak yang menggunakannya, yang berarti akan semakin memperketat persaingan. Yang harus dilakukan adalah memilih keyword yang unik dan kreatif, lain dari yang lain.
  • Buka beberapa artikel dengan hasil tertinggi. Bacalah artikel-artikel tersebut dan pelajari segala kelebihan serta kekurangannya. Tugas penulis artikel adalah mengolah hasil analisa sederhana tersebut untuk menulis artikel yang lebih baik lagi.

3. Membuat Judul

Menentukan judul dalam cara membuat artikel dilakukan dengan menggunakan keyword yang telah terpilih sebagai patokan utama. Keyword harus tercantum dalam judul dan tidak disisipi oleh kata atau awalan/akhiran apa pun. Penambahan kata untuk membentuk kalimat judul dapat dilakukan pada awal atau akhir, selama tidak mengubah keyword.

Posisi keyword sangatlah penting, dan salah satu huruf saja tidak akan terbaca dalam sistem penilaian untuk perangkingan oleh mesin pencari.

4. Menyusun Kerangka Tulisan

Penyusunan kerangka tulisan dilakukan untuk mempermudah cara menulis artikel. Salah satu metode dalam menyusun kerangka tulisan yang banyak digunakan adalah dengan membuat mind map yang merupakan hasil breakdown dari judul. Kalimat judul diturunkan untuk menemukan kerangka yang digunakan sebagai koridor untuk menentukan alur tulisan.

Sebaiknya hindari melakukan breakdown kerangka tulisan dari keyword, sebab ada kalanya keyword yang dipilih masih bersifat terlalu umum. Itulah mengapa sebaiknya menentukan judul terlebih dahulu sebelum menulis. Agar pembahasan masih berada dalam koridor yang sesuai dan tidak melenceng ke arah yang tidak jelas.

Dalam teori kepenulisan karya ilmiah, pembuatan mind map yang dilakukan dengan breakdown kalimat judul biasanya menurunkan pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan inilah yang kemudian akan dijawab melalui kajian teori, sehingga dalam penelitian sudah ada dasar pengetahuan yang dimiliki. Pada cara menulis artikel, proses ini akan menghasilkan kerangka tulisan.

Para penulis artikel yang sudah ahli, bisa melakukan proses mind mapping ini hanya dengan gambaran dalam kepalanya. Selanjutnya akan langsung diketikkan dalam bentuk kerangka yang akan menjadi heading dan sub heading tulisan. Jika memang masih belum yakin, disarankan untuk membuat coretan tertulis pada kertas agar tidak salah langkah.

5. Menulis

Setelah sampai pada tahapan pembuatan kerangka tulisan artikel, yang selanjutnya adalah menulis. Di sinilah inti dari cara menulis artikel untuk publikasi online. Semua proses yang dilakukan sebelumnya adalah untuk mencapai tahapan ini. Serta langkah yang selanjutnya akan dilakukan digunakan sebagai pendukung dari hasil tulisan yang telah dihasilkan.

Perlu diingat, bahwa menuliskan artikel publikasi online utamanya bertujuan untuk mendapatkan posisi di halaman pertama pada hasil pencarian alias SEO. Oleh sebab itu, maka dalam menulis harus mengetahui beberapa preferensi dari mesin pencari (Google). Di antara preferensi yang patut menjadi pertimbangan adalah terkait mobile friendly dan keterbacaan artikel.

Google sebagai mesin pencari rujukan pertama, menambahkan mobile friendly dalam standari penilaian dalam perangkingan. Hal ini karena pengguna internet didominasi oleh pengguna ponsel pintar. Karenanya, kini artikel yang dituliskan harus memenuhi kriteria tersebut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kriteria ini antara lain seperti panjang kata dalam setiap kalimat, dalam setiap paragraf, serta heading.

Bayangkan tampilan artikel melalui ponsel, dan sesuaikan jumlah kata maksimal menurut standar tersebut. Kalimat dan paragraf yang terlalu panjang akan melelahkan saat dibaca melalui layar ponsel. Selain itu, terlalu banyak bahasan dalam satu heading (atau sub) akan menurunkan minat baca di tengah jalan.

Keterbacaan artikel menyangkut pemilihan kata dalam artikel. Hindari penulisan yang consecutive atau penulisan yang berulang-ulang. Utamanya, jangan menuliskan kata awalan yang sama pada dua kalimat berturut-turut. Contohnya seperti, “Mempromosikan produk lebih efektif jika menggukan internet. Mempromosikan produk secara konvensional…”

6. Baca Ulang, Koreksi, Teliti Kembali

Selesainya menuliskan artikel hingga selesai, langkah selanjutnya dalam cara menulis artikel adalah dengan membaca ulang keseluruhan artikel yang telah ditulis. Tujuan membaca ulang ini adalah untuk mengoreksi hasil tulisan dan meneliti kembali jika terjadi kesalahan ejaan atau salah tata bahasa. Selain itu, dapat pula digunakan untuk melihat kenyamanan artikel untuk dibaca.

Anggap saja langkah ini merupakan self-editing, artinya penulis mengedit sendiri hasil dari tulisan artikel yang dibuatnya. Tak jarang dengan membaca ulang akan dilakukan penggantian terhadap kata-kata yang dirasa kurang pas. Dengan demikian, hasil akhir artikel akan semakin enak untuk dibaca.

7. Tambahkan Proofing Language

Untuk memudahkan dalam cara menulis artikel, tambahkan proofing language pada pengaturan pengolah dokumen dan atur dalam Bahasa Indonesia. Alat ini akan berfungsi sebagai pengingat jika terdapat kata-kata yang tidak sesuai ejaannya. Dengan begitu, jika ada yang terlewat akan dapat langsung diperbaiki.

Artikel untuk publikasi online pun dituntut untuk menggunakan tata cara penulisan sesuai kaidah yang benar. Keberadaan proofing language akan sangat membantu selama proses menulis, sebab bisa saja mata kurang jeli dalam membaca apa yang telah dituliskan. Dengan tanda khusus, tulisan yang salah eja akan dapat langsung dibenarkan sebelum benar-benar terlewat dan malah terlupakan.

8. Cek Keunikan Artikel dan Plagiasi

Mengecek keunikan artikel akan sangat menentukan dalam hasil penilaian untuk rangking dalam mesin pencari. Artikel yang unik adalah artikel yang tidak mengandung unsur plagiarisme di dalamnya. Menulis artikel yang unik ini merupakan suatu kewajiban dan penulis dituntut untuk dapat memenuhi aspek keunikan ini hingga 100%.

Jika tidak mencapai angka 100%, ada kemungkinan ada kalimat yang pernah digunakan dalam artikel online lain yang pernah dipublikasikan. Hal tersebut akan langsung menurunkan hasil penilaian dan jika tidak diperbaiki dapat berujung blacklist, sebab ditemukan indikasi memplagiat. Segala macam bentuk plagiat tidak diperkenankan, termasuk inner plagiate atau plagiasi terhadap diri sendiri.

Semua harus menggunakan susunan kalimat baru dan tidak boleh ada kesamaan dengan tulisan artikel mana pun. Untuk melakukan cek keunikan artikel dan plagiasi digunakan aplikasi yang dapat ditemukan secara online. Contoh aplikasi yang sering menjadi rujukan adalah Smallseotools yang dapat digunakan secara gratis.

9. Cek Editor

Langkah terakhir dalam cara menulis artikel adalah dengan mengirimkan artikel untuk dicek oleh editor. Pembaca artikel pada akhirnya merupakan manusia, sehingga ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu. Memang pada langkah sebelumnya terdapat self-editing, namun ditakutkan penulis memiliki bias terhadap hasil tulisannya sendiri.

Editor tidaklah harus seseorang yang benar-benar bertitel ‘editor’. Jika penulis tergabung dalam jasa penulisan artikel, keberadaan editor memang sudah pasti bisa dipastikan. Lain halnya jika penulis adalah penulis independen, maka pilihan lain yang bisa dilakukan adalah mencari ‘pembaca pertama’ untuk dimintai masukan.

Pilihlah dari saudara atau teman terdekat yang memiliki obyektivitas tinggi. Mintalah untuk tidak segan dalam memberikan masukan untuk perbaikan. Kritik dan saran yang membangun adalah merupakan salah satu sarana untuk memperbaiki diri. Saat kesempatan seperti itu muncul, gunakan sebagai media untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Manusia memang ditakdirkan untuk belajar dari kesalahan.

Yang Harus Dihindari dalam Menulis Artikel

Selain mengetahui dasar dalam menulis serta cara menulis artikel, ada kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak penulis. Bentuk kesalahan-kesalahan seperti ini bersifat menular dan sulit untuk diperbaiki karena sudah menjadi kebiasaan. Terkadang bentuk yang salah ini justru dianggap benar. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi:

1. Mengemukakan Opini Tanpa Fakta

Penulis artikel harusnya tahu, bahwa cara menulis artikel adalah berdasarkan data dan fakta yang valid. Tidak benar menuliskan artikel hanya berdasarkan opini belaka. Harus ada latar belakang pengetahuan yang dimiliki mengenai topik bahasan yang diangkat. Bahkan bentuk artikel penawaran pun, ditulis berdasarkan fakta dan data yang ada. Tidak sembarang tulis dan hanya mengajak orang untuk menggunakan produk tertentu.

Ada bentuk tulisan opini tersendiri dan itu pun memiliki aturan-aturan penulisan yang jelas. Penulis haruslah bersikap netral dalam menulis dan tidak mengemukakan pendapat pribadinya. Semua pendapat yang dituliskan merupakan hasil dari pemahaman terhadap fakta dan data yang ada.

2. Salah Penggunaan Awalan dan Akhiran

Bentuk kesalahan dalam cara menulis artikel adalah kesalahan dalam menggunakan awalan ‘di’, ‘ke’, dan ‘dari’ serta akhiran ‘pun’. Bentuk kesalahan ini dilakukan secara berjamaah dan justru yang salah dianggap benar, sehingga diikuti oleh yang lainnya.

Kata awalah ‘di’, ‘ke’, dan ‘dari’ harus ditulis terpisah jika menunjukkan tempat. Contohnya seperti di rumah, ke sekolah, dan dari pasar. Sementara itu, awalan ‘di’ untuk menunjukkan kata kerja ditulis secara bersambung, misalnya dimakan, ditanya, dibujuk.

Akhiran ‘pun’ hanya disambung terhadap kata konjungsi, misalnya seperti meskipun, walaupun, kalaupun dan ataupun. Penulisan akhiran ‘pun’ harus dipisahkan untuk kata yang lain, sehingga yang tepat adalah siapa pun, bukan siapapun; apa pun bukannya apapun. Selain sebagai akhiran, kata ‘pun’ dapat berarti sebagai juga.

3. Terkait Keyword dan Keyword Stuffing

Hal lain yang sering terlupakan dalam cara menulis artikel adalah tidak meletakkan keyword pada paragraf pertama di bagian pembukaan artikel. Padahal keberadaan keyword di paragraf pertama sangatlah penting, karena termasuk syarat penting artikel SEO.

Terdapat dua jenis keyword stuffing yang sering dilakukan oleh penulis artikel. Pertama adalah menambahkan keyword terlalu banyak di dalam artikel secara berlebihan. Yang kedua memaksakan keyword dalam kalimat yang tidak pas.

Jumlah sebaran keyword yang ditoleransi biasanya berkisar antara 0,5 % sampai dengan 1% dari jumlah kata dalam artikel. Penyebarannya pun tidak boleh berat sebelah dan hanya berpusat di satu bagian saja. Harus merata di semua artikel.

4. Kesalahan Ejaan pada Kata Ambigu

Dalam Bahasa Indonesia, ada beberapa kata yang memiliki penulisan ambigu, yaitu yang kata dasar dan kata berimbuhan memiliki perbedaan penulisan. Beberapa kata ambigu ini biasanya merupakan kata serapan dari bahasa asing (kebanyakan adalah Bahasa Inggris). Aturan dalam kata serapan adalah menggunakan kata dasar dan kata berimbuhan dari bahasa asalnya.

Contoh dari kata ambigu yang sering rentan kesalahan pada cara menulis artikel adalah seperti ‘aktif’ menjadi ‘aktivitas’ dan ‘efektif’ menjadi ‘efektivitas’. Dalam kata dasar, huruf terakhir merupakan huruf ‘f’ berganti menjadi huruf ‘v’ pada saat mendapatkan imbuhan.

Terdapat kata-kata lain yang pengejaannya juga ambigu dan masih banyak yang salah menuliskan. Misalnya seperti kata ‘silakan’ yang seringkali ditulis sebagai ‘silahkan’; serta kata ‘peduli’ yang sering dituliskan ‘perduli’.

5. Penulisan Kata Asing Tanpa Cetak Miring

Kaidah penulisan Bahasa Indonesia dalam cara menulis artikel, setiap penulisan kata asing harus ditulis dengan cetak miring. Kata asing yang dimaksud tidak hanya kata dari bahasa asing, melainkan juga bahasa daerah. Secara sederhana kata asing yang dimaksud adalah kata yang tidak termasuk dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Aturan tersebut dapat diabaikan untuk kata-kata yang telah umum digunakan atau tidak memiliki padanan dalam berbahasa Indonesia. Misalnya saja kata website yang dalam Bahasa Indonesia situs, namun karena sudah sering digunakan itu sudah menjadi kata yang umum. Semantara itu, kata blog tidak memiliki padanan dan pemilik blog atau blogger tetap dituliskan apa adanya demikian, tanpa harus menggunakan cetak miring.

Artikel online merupakan salah satu sumber rujukan yang sangat dipercaya oleh semua orang. Oleh karenanya, para penulis artikel harus mengetahui dasar serta cara menulis artikel. Harus juga menghindari kesalahan-kesalahan penulisan yang sering terjadi, baik secara ejaan maupun ketidaksesuaian dengan aturan dalam penulisan.

Disamping tujuan dari penulisan artikel online adalah terkait usaha untuk meningkatkan posisi rangking website, terdapat proses mentransfer ilmu dari penulis kepada pembaca. Bisa dibilang menulis adalah salah satu bentuk memberikan pembelajaran. Seorang penulis membagikan pengetahuan yang dimilikinya dalam bentuk tulisan dan dipublikasikan agar dapat dibaca oleh umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *