Cara Bergabung dengan Clubhouse serta Info Kelebihan & Kekurangannya

By: rianda 3 min read

Clubhouse

Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan penggunaan Clubhouse App yang diluncurkan oleh Alpha Exploration Co. Clubhouse App adalah media sosial berbasis audio, maka para penggunanya dapat berdiskusi tentang berbagai topik secara langsung. Para penggunanya dapat mendengarkan opini yang disampaikan berbagai tokoh terkenal dan turut bergabung dalam diskusi dengannya.

Meskipun diluncurkan pada 2020, aplikasi itu baru saja menjadi viral usai digunakan oleh Elon Musk dan Vladimir Tenev. Baru-baru ini Elon Musk bahkan turut mengundang Vladimir Putin berdiskusi dengannya lewat Clubhouse App. Tingkat penggunaannya pun segera melejit, kini aplikasi dengan virtual room ini telah diunduh setidaknya 8 juta pengguna iOS.

Cara Bergabung dengan Clubhouse App

Pengguna iOS dapat mendaftarkan diri dengan memasukkan nomor ponsel. Kemudian aplikasi akan mengirim kode verifikasi lewat SMS untuk menuju tahap selanjutnya. Lalu pengguna harus mengisi nama lengkap dan membuat username. Selanjutnya, pengguna akan menerima informasi bahwa akunnya telah disimpan dan Clubhouse akan mengirim pesan jika akun itu telah siap digunakan.

Setelah menerima informasi tersebut, pengguna harus sabar menunggu sampai pihak Clubhouse mengirimkan pesan yang menyatakan bahwa akun itu bisa digunakan. Jika ingin lebih cepat bergabung, pengguna bisa meminta seseorang yang sudah menggunakan Clubhouse terlebih dahulu untuk mengundangnya mengakses aplikasi tersebut. Masing-masing pengguna hanya bisa mengundang sebanyak 2 kali.

CEO Clubhouse, Paul Davidson mengatakan bahwa penggunaan aplikasi ini memang masih dibatasi. Itu dikarenakan Clubhouse masih di dalam tahap pengembangan. Namun tak perlu khawatir, karena akses untuk Clubhouse perlahan-lahan akan dibuka untuk semua orang, termasuk pengguna Android.

Kelebihan Clubhouse App

Layaknya setiap aplikasi di dunia, Clubhouse App adalah aplikasi dengan sejumlah kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dari aplikasi berbasis audio yang menyenangkan dan mendadak viral ini:

1. Dapat Menambah Ilmu Pengetahuan

Aplikasi ini menyuguhkan virtual room list yang bisa dimasuki sesuai topik pembicaraan. Pengguna juga bisa melihat siapa saja pengguna lain yang turut bergabung di dalamnya. Virtual room biasanya dibuat oleh tokoh-tokoh terkenal, seperti para selebritis, para ahli, sampai pebisnis sukses. Maka para penggunanya dapat menambah ilmu pengetahuan secara gratis.

Untuk turut bergabung, penggunanya hanya perlu mengklik virtual room yang diinginkan. Kemudian pengguna dapat mendengarkan diskusi yang sedang berlangsung. Pada saat awal bergabung, microphone akan berada dalam posisi mute, jadi tak perlu khawatir akan terdengarnya suara yang tak diinginkan. Kalau ingin berbicara, pengguna bisa mengklik ikon tangan.

2. Tidak Hanya Tokoh Terkenal

Tak hanya tokoh terkenal yang bisa membuat virtual room, melainkan setiap pengguna juga bisa melakukannya. Ada berbagai topik yang bisa didiskusikan secara langsung dan gratis. Virtual room dapat bebas dimasuki siapa saja. Jadi, jika ada pengguna lain yang tertarik dengan suatu topik, pengguna itu pun bisa turut bergabung.

3. Membangun Relasi dan Koneksi yang Luas

Seperti media sosial pada umumnya, para pengguna Clubhouse dapat mengikuti orang lain, mulai dari teman-teman sampai para profesional yang seminat. Ada banyak CEO perusahaan, peneliti, ahli, dan selebritas dari berbagai negara yang tergabung di dalamnya. Dengan begitu, terbuka kesempatan lebar untuk membangun relasi dan koneksi yang luas dengan siapa saja.

Pengguna pun bisa menjelajahi berbagai topik favorit. Ada berbagai topik dengan rentang yang luas. Mulai dari hiburan, kesenian, bahasa, ekonomi, olahraga, sains, teknologi, agama, pengetahuan umum, bahkan hingga world affair. Di dalam setiap topik, ada banyak klub yang juga bisa diikuti. Maka pengguna akan memperoleh room yang lebih sesuai minatnya.

4. Tidak Perlu Takut

Clubhouse App adalah aplikasi media sosial berbasis audio-chat. Karena hanya berbasis audio-chat, maka penggunanya tidak perlu takut terjebak di dalam kecanggungan seperti di aplikasi berbasis video. Penggunanya bahkan bisa melompat dari satu room ke room yang lainnya tanpa perlu takut akan ketahuan.

5. Tidak Akan Tertinggal

Meskipun pengguna harus senantiasa online agar tak tertinggal informasi yang sedang diperbincangkan, pengguna tetap bisa mengatasinya dengan mengikuti pembicara favorit. Karena ada informasi tentang agenda obrolan yang dibuat oleh pembicara  yang sudah diikuti. Dengan begitu, pengguna dapat menyesuaikannya dengan jadwal sehari-harinya, sehingga tak akan tertinggal diskusi hangat tersebut.

Kekurangan Clubhouse App

Meskipun sedang viral-viralnya, Clubhouse App juga memiliki beberapa kekurangan, terlebih karena statusnya yang masih baru di dalam dunia media sosial. Para pengguna berharap setiap kekurangan ini dapat disempurnakan di kemudian hari. Berikut kekurangan Clubhouse App:

1. Hanya Audio

Clubhouse App adalah aplikasi yang berbasis audio-chat. Aplikasi ini memang memungkinkan penggunanya untuk mengobrol serta berdiskusi secara langsung dan gratis dengan para pengguna lainnya. Namun, tidak semua orang merasa basis audio-chat mudah untuk digunakan. Tanpa adanya gambar atau video, ini agak menyulitkan orang-orang yang terbiasa berdiskusi dengan visualisasi yang jelas.

2. Masih Eksklusif untuk iOS Saja

Saat ini Clubhouse App hanya bisa digunakan para pengguna iOS saja. Pengguna Android belum bisa menggunakannya sama sekali. Banyak yang berharap aplikasi ini dapat segera berkembang dengan pesat, sehingga bisa digunakan oleh para pengguna Android juga.

3. Proses Bergabung yang Tidak Terlalu Mudah

Untuk dapat bergabung ke dalamnya pun membutuhkan proses yang agak rumit. Setelah mendaftar, pengguna harus mendapatkan undangan dari kerabat yang telah terlebih dahulu menggunakan Clubhouse App. Padahal tidak semua orang memiliki kerabat di Clubhouse.

Pengguna sebenarnya bisa menunggu pihak Clubhouse untuk mengundangnya, namun itu akan memakan waktu yang tak bisa diprediksi. Jadi, akan lebih baik untuk meminta tolong kepada kerabat yang sudah menggunakan Clubhouse.

4. Masih Terlampau Baru

Karena terbilang masih baru dan sangat berbeda dari media sosial lainnya, pengguna harus meluangkan waktu untuk mempelajari cara menggunakan Clubhouse. Mulai dari cara mengundang teman yang terbatas, menjelajahi berbagai macam topik dan mengikuti pembicara favorit, hingga membuat virtual room sendiri.

5. Potensi Ujaran Kebencian

Karena diskusi dilakukan secara langsung, maka sampai saat ini, masih sulit untuk mengantisipasi ujaran kebencian dan cyberbullying. Tak hanya itu, hoaks pun bisa dengan mudah tersebar di dalam ruang diskusi.

Demikian penjelasan singkat tentang Clubhouse App yang semakin viral dan banyak digunakan banyak orang di berbagai belahan dunia. Saat ini pihak Clubhouse telah memungkinkan para penggunanya untuk melaporkan pengguna lain yang menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks. Hal ini diharapkan dapat mengantisipasi cyberbullying di dalam aplikasi baru tersebut.

Bagi para pengguna Android, harap bersabar, yah. Semoga pihak Clubhouse App mampu mengembangkan diri dengan cepat agar bisa digunakan setiap orang dari berbagai belahan dunia, termasuk setiap pemakai Android.

Kesimpulannya, Clubhouse App adalah aplikasi yang patut dicoba saat ingin berdiskusi atau menambah wawasan. Meskipun basis audio-chat tidaklah mudah bagi sebagian orang, namun hal ini dapat memaksa otak untuk menjadi imajinatif dan kreatif. Dengan diskusi secara langsung dan gratis, para pengguna diharapkan berdiskusi dengan tanggung jawab tanpa menyinggung berbagai pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *