13 Ide Bisnis Rumahan Cocok Buat yang Ingin Kerja dari Rumah

7 min read

13 Ide Bisnis Rumahan

Suatu langkah yang bagus jika seseorang berpikir untuk memulai bisnis. Tapi seringnya ini hanya jadi sekedar ide. Seiring dengan berjalannya waktu mereka urung mewujudkannya karena keburu pusing sendiri. Misalnya, mulai kepikiran bagaimana membangun kantornya, mengurus para pegawai, dan sebagainya. Padahal dengan kemajuan teknologi semua hal-hal itu bisa disederhanakan.

Kini banyak orang memulai kariernya di rumah sebagai pengusaha. Gaya bekerja seperti ini dikenal dengan remote office, work from home, atau apapun istilahnya yang menunjukkan pekerjaan itu tidak diselesaikan di kantor, melainkan di rumah. Hal tersebut akhirnya melahirkan jenis-jenis profesi baru. Dalam artikel ini akan diulas sejumlah ide-ide bisnis yang bisa dilakukan di rumah.

Plus-Minus Bisnis Rumahan

Melihat perkembangan jaman, beberapa orang akhirnya memutuskan full-time untuk bekerja di rumah. Bisnis rumahan yang awalnya dijadikan sebagai pemasukan tambahan atau side job, kini menjadi pekerjaan utama. Hal ini tak mengapa apabila seseorang sudah mempertimbangkan konsekuensinya. Buat yang masih ragu, berikut beberapa pro dan kontra menjalankan bisnis sepenuhnya dari rumah:

Pro:

  • Mengurangi banyak pengeluaran. Seseorang yang bekerja dari rumah tidak perlu ongkos transportasi, membeli make-up dan baju kerja, bahkan bisa memangkas nilai potongan pajaknya. Ini bisa jadi langkah penghematan yang luar biasa.
  • Jika berdagang dari rumah, maka punya kesempatan lebih untuk mengembangkan bisnis secara lokal hingga internasional. Waktu untuk mengeksplorasi potensi bisnis lebih banyak dibandingkan sambil mengerjakan pekerjaan di kantor.
  • Waktu bekerja lebih fleksibel sehingga antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa lebih seimbang.
  • Memungkinkan untuk membangun bisnis keluarga sebab bisa melibatkan pasangan atau anggota keluarga lainnya dalam bisnis yang dijalankan.

Kontra:

  • Tidak semua rumah memiliki ruang atau space lebih untuk diubah dan dijadikan tempat kerja. Belum lagi jika bisnis di rumah ini harus menyetok barang atau bahan-bahan baku. Maka dari itu, harus dipikirkan solusi bagaimana caranya agar tidak mengganggu kenyamanan orang-orang di rumah.
  • Beberapa bisnis rumahan tetap ada yang membutuhkan izin legal dari institusi atau pemerintahan setempat untuk pengoperasiannya. Jangan lupa mengurus izin ini untuk menghindari permasalahan kedepannya.
  • Saat bisnis mulai berkembang, maka sangat mungkin membutuhkan area yang lebih luas. Pada akhirnya seseorang akan menyewa tempat lain atau membeli lahan di sekitarnya guna memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Bekerja dari rumah memang memberikan banyak kebebasan. Namun bagi sebagian orang akhirnya merasa kesepian karena tidak intens berinteraksi dengan orang lain. Lama kelamaan akan merasa asing jika harus berada di keramaian.

Ide Bisnis dari Rumah yang Patut Dicoba Mulai Sekarang

Seperti yang disebutkan sebelumnya kalau saat ini banyak bermunculan profesi baru yang dijalankan dari rumah. Buat yang penasaran, simak beberapa ide bisnis di bawah ini. Coba sekarang karena memang bisa memberikan keuntungan yang terbilang lumayan.

1. Menjadi Reseller

Dalam dunia bisnis online dikenal dengan sistem reseller, artinya seseorang membeli barang dagangan orang lain, di stok, kemudian dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan. Sebenarnya konsep reseller telah ada sebelum tren bisnis di rumah muncul. Beberapa orang ada yang menjalaninya dengan toko offline juga sehingga calon pelanggan bisa membeli di kios secara langsung.

Langkah pertama untuk menjadi reseller adalah menentukan barang yang akan dijual. Setelah itu, mencari supplier atau partner kerjasamanya. Seorang reseller harus selektif dalam menentukan supplier. Salah satu caranya dengan membeli sample barang terlebih dahulu. Apabila kualitasnya terbukti bagus, maka barulah beli dalam jumlah banyak. Jangan langsung menyetok banyak barang. Sebaiknya tes pasar dulu, kalau laku baru tambah jumlahnya.

2. Menjual Hasil Kerajinan Tangan

Senang membuat kerajinan tangan? Inilah saatnya menjadikan hobi tersebut sebagai bisnis. Ciptakan produk dan brand sendiri, kemudian tawarkan hasil karya kepada orang lain. Memproduksi barang sendiri lebih murah dan efektif karena semuanya dikerjakan tanpa campur tangan orang lain, mulai dari budget biaya produksi, kualitas barang, hingga menentukan target pasar.

Buat studio kecil atau workshop di rumah dan ciptakan sesuatu yang bernilai jual. Beberapa contoh hasil kerajinan tangan yang kini banyak dijual adalah hasil rajutan, tote bag lukis, sketsa, rangkaian bunga untuk dikirim, dan lainnya. Cari lah ide bisnis yang sesuai dengan keterampilan dimiliki. Setelah itu, buka toko online sendiri atau bergabung pada salah satu marketplace sebagai tempat berjualan.

3. Menjadi Dropshipper

Mirip seperti reseller, namun ini namanya adalah dropship. Pada sistem dropship seseorang mempercayakan ketersediaan produk hingga pengiriman barang ke pembeli ke pihak ketiga. Maka dari itu, penting untuk selektif mencari partner bisnis yang bisa menjaga reputasi dan konsisten dalam pelayanan. Sebab pembeli mengetahui barang berasal dari pebisnis tersebut, bukan dari pihak ketiga.

Menjalankan bisnis dropship sebenarnya menguntungkan karena tidak harus menyetok barang dan bebas menjalin kerjasama dengan beberapa partner. Harga jual pun boleh ditentukan sendiri sehingga dari margin harga penjualan bisa jadi keuntungan. Agar bisnis dropship berhasil, lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Pilih beberapa produk dari supplier berbeda agar dapat menyasar beberapa target pasar.
  • Ciptakan value pada bisnis agar dapat bersaing dengan dropshipper lainnya.
  • Bisa menargetkan pasar internasional, namun jangan lupa pertimbangkan juga biaya kirimnya.
  • Selalu cari target pasar baru yang potensial.

4. Usaha Percetakan / Sablon

Belum banyak melirik percetakan / sablon sebagai bisnis potensial dari rumah dan dipasarkan secara online. Padahal bisnis ini cukup menarik minat pasar. Tren pembeli kini tidak lagi memilih model, tapi mereka ingin mewujudkan desain impiannya. Dengan begitu, tawarkan custom printing kepada calon pembeli sehingga mereka bebas menentukan desain yang diinginkannya.

Ada juga calon pembeli yang tidak bisa mendesain. Maka dibutuhkan kreatifitas dari pebisnis untuk mengetahui apa yang diinginkan calon pembelinya. Semakin kreatif dan fleksibel akan semakin disukai oleh pasar. Hasil desain bisa diterapkan di benda apa saja sesuai pesanan, seperti baju, bantal, mug, sepatu, hingga phone cases.

Modal yang dibutuhkan bisnis ini memang cukup besar karena seseorang harus punya alat cetak dan media hasil desainnya. Tapi jangan khawatir, buat yang modalnya belum mencukupi bisa bekerja sama dulu dengan percetakan yang sudah punya mesin. Sistem bisnis bisa bagi komisi dan support desain untuk dicetak.

5. Menawarkan Layanan Online

Pernah terpikir untuk memberikan layanan online? BIsnis ini sebenarnya yang paling mudah dijalankan. Selain tanpa modal barang dan bahan, seseorang pun bisa menawarkan bantuan sesuai kebutuhan klien nya. Misalnya, menjadi online shopper, designer, freelance consultant, travel agent, freelance writer, dan masih banyak lagi.

Kendala dari bisnis ini hanya satu, yaitu waktu. Keterbatasan waktu seseorang membuat ia hanya dapat melayani sedikit klien. Namun sebaliknya, jika mengejar jumlah klien yang banyak, maka waktu layanan hanya sebentar. Ini kurang disarankan karena kemungkinan klien akan kurang puas dan tidak akan memakai jasa lagi kedepannya.

6. Menjadi Tutor Online

Bagi mereka yang memiliki keahlian mengajar sekaligus pengetahuan di bidang tertentu bisa membuka kelas online. Saat ini ada banyak fasilitas video conference yang bisa dimanfaatkan, seperti Google Hangouts, Microsoft Team, Zoom, Skype, dan sebagainya. Materi yang diajarkan bisa bermacam-macam, seperti digital marketing, bahasa asing, hingga olahraga (yoga, Zumba, dan sebagainya).

Tentukan jumlah peserta yang bergabung, bisa membentuk grup kecil, kelompok besar, atau tutor one-on-one. Semakin banyak orang pada satu sesi biasanya harga yang diberikan lebih murah dibandingkan dengan privat. Kalau kurang nyaman dengan video conference, bisa membuat materi dalam seri modul, ebook, atau video tutorial.

7. Menawarkan Kemampuan Unik yang Dimiliki

Selain berjualan, menulis, mendesain, menjadi tutor, atau membuka usaha percetakan, masih ada banyak kemampuan lainnya. Mungkin seseorang memiliki kemampuan unik yang sebenarnya dibutuhkan oleh orang lain dan bisa dijadikan bisnis, misalnya keahlian mendesain ruangan. Skill di bidang interior design ini dibutuhkan oleh orang-orang yang ingin mendekorasi ruangan atau merenovasi bagian rumahnya.

Ada juga yang senang membuat kue sambil menghiasnya. Sekarang sudah banyak video-video cara mendesain kue agar menarik. Akhirnya banyak orang menghubungi orang tersebut untuk memesan kue sekaligus dihias. Contoh lainnya adalah keterampilan merangkai seserahan pernikahan. Ini bisa juga dijadikan bisnis yang dijalankan dari rumah. Gali kemampuan yang dimiliki dan tambahkan value agar memiliki nilai jual.

8. Menjadi Content Creator

Jika sudah familiar menggunakan YouTube, Instagram, blog, dan Podcast, mengapa tidak mencoba menghasilkan uang dari sana? Buatlah YouTube channel sendiri dan ciptakan konten-konten yang menarik. Fokus untuk membahas satu tema dan kembangkan. Saat ini ada banyak vlogger yang menghasilkan uang dari YouTube channel-nya.

Begitu pun dengan akun Instagram. Manfaatkan follower yang banyak dan bentuk mereka sebagai kelompok audiens tertentu. Mulai posting hal-hal yang bermanfaat dan berkaitan dengan satu tema tertentu. Saat ini profesi sebagai endorser atau influencer banyak dilakoni oleh pengguna Instagram.

Membangun audiens yang setia tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Butuh kesabaran, konsistensi, serta kreativitas agar mereka tetap mau memperhatikan dan mengikuti apa yang kita lakukan. Ada plus-minus saat seseorang memiliki audiens yang begitu beragam. Di satu sisi potensi marketnya semakin besar, namun di sisi lain sulit untuk fokus. Sebaliknya, jika follower sudah tersegmentasi, maka lingkupnya jadi lebih kecil.

9. Mengakuisisi Bisnis Ecommerce

Memiliki bisnis online tidak harus selalu dimulai dari nol. Beberapa orang memanfaatkan bisnis online lain yang tampak sudah “mandeg” atau nyaris bangkrut. Mereka memberikan suntikan dana sebagai bentuk investasi atau justru membelinya secara keseluruhan. Dengan keahlian bisnis dan marketing yang dimiliki, bisnis yang nyaris “mati” tersebut bisa saja disulap menjadi hidup kembali.

Sebaiknya pilih toko online yang sudah memiliki banyak pelanggan sebelumnya, setidaknya cek media sosial mereka dan perhatikan jumlah serta karakteristik followernya. Meski tak jarang pelaku bisnis ini melakukan rebranding atau malah merombak total brand yang dibeli, namun ada beberapa aset yang tetap dipertahankan, seperti follower atau data pelanggan, toko online di marketplace, foto-foto produk barang, dan sebagainya.

10. Bisnis Subscription Box

Bisnis subscription box memang belum begitu populer di Indonesia. Jenis bisnis ini pertama kali dilakukan oleh warga AS yang melihat kebutuhan pasar akan berbagai jenis produk berbeda dalam satu waktu, misalnya, produk kosmetik atau skin care. Bisa saja seseorang ingin membeli lipstick, mascara, serum, dan bedak dari brand yang berbeda-beda. Layanan inilah yang ditawarkan oleh pelaku bisnis subscription box.

Pada intinya, bisnis subscription box seperti pembelian paket. Oleh sebab itu, ada dua jenis bisnis subscription box, yakni calon pembeli mengetahui apa isi box yang telah ditentukan penjual atau calon pembeli memilih sendiri isi boxnya. Sistem bisnis seperti ini yang populer di Indonesia adalah paket sembako atau kue-kue menjelang perayaan Idul Fitri, Natal, dan Valentine.

11. Menjadi Influencer Hewan Peliharaan

Punya hewan peliharaan atau suka dengan hewan? Jadilah influencer untuk produk-produk yang berhubungan dengan hewan kesayangan. Saat ini influencer bukan hanya untuk produk kecantikan, makanan, dan gadget, ternyata ada juga profesi influencer hewan peliharaan. Di sini mereka bukan menjual hewan, namun aksesoris dan kebutuhan hewan, seperti makanan, mainan, dan sebagainya.

Banyak brand yang menawarkan kerjasama dengan pemilik hewan peliharaan untuk mengiklankan produk mereka. Bentuknya bermacam-macam, ada yang kontrak iklan, review produk, atau hewan peliharaannya dijadikan model. Manfaatkan akun sosial media juga untuk menarik perhatian calon pembeli.

12. Menjual Barang Bekas

Saat ini banyak orang sudah familiar dengan istilah “garage sale”, yakni menjual barang bekas atau barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi dengan harga murah. Semua barang yang ditawarkan masih dalam kondisi baik, layak pakai, bahkan ada beberapa yang baru sekali atau dua kali pakai.

Semakin bagus kondisi barang, tentu saja harganya mungkin masih mendekati harga barang baru. Apalagi kalau barang tersebut sebenarnya belum pernah dipakai. Barang yang dijual bisa bermacam-macam, seperti baju, tas, sepatu, buku, dan masih banyak lagi. Foto barang-barang tersebut dan sebarkan melalui media sosial atau buat toko online khusus barang bekas. Penting untuk jujur terkait kondisi barang agar pembeli tidak kecewa dan komplain.

13. Menjadi Pemain Game

Siapa bilang kalau bermain game hanya menghabiskan waktu? Kini banyak pemain game yang menghasilkan uang dari hobi ini. Esports dan online game semakin dilirik sebagai sumber uang, khususnya oleh anak muda. Uang yang didapat dari hobi ini cukup lumayan. Sejumlah gamers Indonesia bahkan terkenal hingga internasional, baik laki-laki maupun perempuan.

Saat ini yang sedang populer adalah menjadi YouTuber gamer. Ajak teman untuk bermain game dan jangan lupa direkam. Meski beberapa orang ada yang menonton secara live melalui Twitch streamer, namun recorded battle pun masih menarik untuk disaksikan. Saat video diunggah ke YouTube, seseorang bisa mendapat uang dari iklan atau sponsor yang ingin produknya dipromosikan.

Kalau tidak punya akun YouTube, manfaatkan akun Facebook karena media sosial ini pun bisa jadi sarana mendapatkan uang melalui game. Cara yang mulai banyak dilakukan adalah menjadi Facebook creator gaming, yakni bermain game secara live streaming di Facebook. Layaknya bermain game online lainnya, seseorang bisa berinteraksi dengan sesama pemain. Kalau dianggap professional, maka Facebook akan mengontak dan menjadikan mitra sebagai streamer.

Temukan Ide Bisnis yang Paling Sesuai

Ada banyak ide bisnis di atas yang bisa dipilih. Masing-masing memiliki tantangannya, namun itu semua bisa dihadapi kalau motivasi seseorang sudah kuat. Agar semangat tidak pernah sirna, kuatkan tekad dan tujuan bekerja dari rumah. Temukan alasan memilih berbisnis dan memulainya. Jika sudah yakin, maka apapun masalahnya tidak akan mudah menyerah.

Setelah menentukan tujuan yang ingin diraih, pilih bisnis yang akan dijalankan. Semakin menguasai bidang tersebut, maka hasilnya akan lebih maksimal. Kalau butuh belajar, carilah referensi tambahan dari internet atau buku. Tak ada salahnya juga berdiskusi dengan orang yang sudah terjun ke bisnis tersebut sebelumnya.

Strategi marketing pun menentukan kesuksesan bisnis. Pelajari bagaimana cara sukses menjalankan bisnis rumahan, online marketing, packaging yang menarik, dan sebagainya. Lama kelamaan bisnis yang kecil akan berubah menjadi besar jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, sabar, dan selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar.

 

Writer : Gita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *