Mengelola Market Demand Untuk Memunculkan Ide Produk Baru Untuk Start-Up

3 min read

Dalam konsep ekonomi, ketika ada kesediaan dan kemampuan membeli sebuah barang atau jasa maka itu disebut permintaan. Permintaan akan mengalami peningkatan jika pasar dipenuhi oleh pembeli yang memiliki kemampuan beli. Dari sini, jelas sekali bahwa kemampuan bayar menjadi sangat penting.

Alasan yang paling tepat mengapa kemampuan bayar sangat mempengaruhi permintaan adalah karena tanpa kemampuan bayar, tidak ada permintaan. Yang ada hanyalah keinginan. Pada artikel kali ini, akan dibahas bagaimana menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan pembeli. 

Apa Itu Market Demand?

Memahami apa itu market demand atau permintaan pasar sangat penting untuk menentukan ide produk yang akan diluncurkan. Permintaan pasar sendiri bisa diartikan sebagai seberapa banyak konsumen yang menginginkan produk dan bersedia membayarnya dalam periode tertentu.

Permintaan ini ditentukan oleh banyak faktor seperti jumlah orang yang mencari produk, berapa banyak yang akan mereka keluarkan untuk produk tersebut, dan berapa banyak produk yang tersedia untuk konsumen tadi. Ketersediaan produk ini bisa dari mana saja bahkan pesaing.

Pengetahuan tentang market demand sangat penting bagi usaha-usaha start-up. Pasalnya, dengan mengetahui tentang permintaan pasar, sebuah usaha bisa menentukan strategi harga, pembelian, strategi pemasaran, dan lain sebagainya. Jadi, bukan hanya tentang konsumen yang mau membeli saja.

Permintaan pasar sangat fluktuatif dan banyak faktor yang mempengaruhinya baik yang musiman atau yang tidak bisa diprediksi. Seperti misalnya sekarang ini ketika pandemi virus corona menyerang dunia. Permintaan akan vitamin, alat kesehatan, masker, antiseptic, serta sabun cuci tangan meningkat tajam.

Faktor musiman yang mempengaruhi permintaan pasar misalnya terjadi ketika bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Permintaan pasar akan daging sapi, ayam kampung, dan bahan makanan lainnya meningkat tajam. Menjelang Idul Fitri, permintaan tiket pesawat atau kereta api juga meningkat.

Peningkatan ini selalu diiringi oleh kenaikan harga dan kelangkaan stok. Oleh karena itu, pelaku bisnis start-up perlu mengetahui strategi menghadapi permintaan pasar ini agar tidak salah mengambil langkah. Setiap langkah yang diambil harus memperhitungkan akibat yang ditimbulkan nantinya.

Misalnya, menambah stok bisa mengakibatkan kelebihan stok yang berujung pada tidak terjualnya produk. Sedangkan tidak melakukan penambahan bisa mengakibatkan kelangkaan dan perginya pelanggan ke tempat lain. Artinya, profit berkurang dan bahkan malah bisa merugi.

Strategi Mengelola Permintaan Pasar untuk Start-Up

Start-up business identik dengan produk-produk baru yang mungkin saja belum ada sebelumnya. Atau, kalaupun produk sudah ada sebelumnya, maka service yang ditawarkan berbeda. Inilah alasannya mengapa start-up business perlu mengelola strategi permintaan pasar dengan cermat.

Permintaan pasar bisa digunakan oleh start-up company untuk menentukan produk apa yang akan dilempar ke pasar. Lebih jauh lagi, start-up company bisa mengelola rantai pasokan produk ini agar tetap terjaga

Berikut ini beberapa strategi permintaan pasar yang bisa dijajal oleh start-up company dalam menentukan ide produk:

1. Melakukan Survey ke Toko Offline

Toko offline bisa berwujud minimarket, pasar, mall dan jenis-jenis toko konvensional lainnya. Perhatikan apa yang laku diburu orang di sana. Misalnya, di pasar tradisional, sayur-mayur dan aneka daging basah selalu ramai dikunjungi hingga berdesakan. Ubah fenomena ini menjadi pembelian secara online.

Pasokan bisa didapat dari petani, peternak, atau kulakan langsung di pasar-pasar besar. Sebagai contoh, tukangsayur.com melakukan hal ini, yaitu dengan kulakan ke pasar besar di daerah tertentu untuk memenuhi kebutuhan lauk-pauk warga lokal. Nah, ini sudah merupakan ide produk baru, bukan?

2. Rajin-rajin Berselancar di Situs Jual-Beli Online

Berselancar di e-commerce, marketplace, atau online store bisa menambah referensi tentang produk dari produsen atau penjual lain. Biasanya, produk-produk terbaru akan langsung terpampang di halaman paling depan situs jual-beli online ini.

Kunjungi juga situs jual-beli online di luar negeri agar referensi produk baru semakin kaya. Setelahnya, kaji kembali apakah kira-kira produk baru ini akan bisa memenuhi permintaan pasar. Dari sini, strategi pemasaran lainnya bisa ditentukan mulai dari harga hingga promosi.

3. Manfaatkan SEO Tools

SEO tools dari Google bisa menjadi senjata ampuh untuk mencari tahu apa yang sedang trend di pasar. Gunakan Google Trends dengan cara mengetikkan keyword, frasa, ataupun topik untuk mencari tahu apa yang paling sering dicari orang saat ini. Saring berdasarkan kota, negara, dan juga periode waktu.

Hasil yang didapat dari SEO tools ini tadi bisa memberikan insight tentang permintaan pasar yang sedang marak. Ide produk baru bisa langsung dikembangkan dari sini. Bisa juga dengan menyediakan layanan yang belum ada pada produk yang sedang trend tadi.

4. Lihat Review Pelanggan dan Testimoni Influencer

Influencer bisa dijadikan center point dalam mengukur apa yang sedang trend. Produk baru sering diberi testimony atau di-endorse oleh seorang influencer. Jangan lupakan juga review dan testimoni dari pembeli sebelumnya. Lihat bagaimana mereka menginginkan produk yang telah mereka beli itu.

Jika mereka ingin perbaikan, potongan harga, service lebih atau juga kemudahan dalam mendapatkannya, maka ini merupakan celah untuk menghadirkan produk baru yang lebih baik. Intinya, jangan bosan untuk melakukan riset tentang apa yang sedang trend di pasar.

Menghitung Permintaan Pasar untuk Sebuah Produk

Untuk bisa menghitung berapa banyak permintaan yang terjadi atas sebuah produk, diperlukan data penjualan untuk setiap customer. Bagi pengelola e-commerce atau online store, data ini bisa dengan mudah didapatkan karena ketika pembelian terjadi, sistem akan langsung mencatatnya.

Misalnya, ada 100 rumah tangga yang memiliki permintaan identik, permintaan pasar bisa ditentukan dengan cara mengalikan fungsi individual dengan 100. Namun, untuk fungsi yang bervariasi berdasarkan individu, tambahkan setiap fungsi permintaannya.

Contoh sederhananya adalah pembelian beras ukuran 20 kilo dihargai antara 220 -270 ribu rupiah. Konsumen A membeli 3 karung beras ukuran 20 kilo ini setiap bulannya dan konsumen B membeli 1 karung setiap 2 bulan. Ternyata, konsumen A memiliki jumlah anggota keluarga yang besar dalam satu rumah sedangkan konsumen B hanya untuk konsumsi sendiri.  

Ketika harga disesuaikan atau dinaikkan, tentunya akan mempengaruhi permintaan dari kedua konsumen ini. Bisa saja konsumen A membeli merek yang berbeda yang memiliki harga lebih murah. Sedangkan konsumen B, membeli kemasan lebih kecil yang cukup untuk konsumsi 1 bulan saja.

Perubahan harga membuat permintaan dari kedua konsumen ini berkurang. Hal ini tentu sejalan dengan teori ekonomi dimana ketika permintaan naik maka harga naik juga. Dan untuk mendapatkan permintaan pasar yang ideal, harus dilakukan pendataan berdasarkan setiap kali terjadi kenaikan harga. Bandingkan dengan jumlah permintaan yang terjadi.

Kesimpulannya, permintaan pasar bisa terjadi karena adanya kebutuhan dan keinginan yang disertai dengan daya beli. Untuk itu, produk baru yang diluncurkan haruslah diinginkan dan bisa dibeli oleh target pasar. Setelahnya, barulah start-up company bisa memainkan strategi pemasaran lainnya.

 

Cara Meningkatkan Profit Margin Bagi Retailer

Retail adalah sebuah bisnis yang sangat bergantung pada jumlah penjualan. Berbagai cara akan dilakukan oleh pemilik perusahaan atau manajer yang bertanggung jawab dalam hal...
rianda
3 min read

Meningkatkan Traffic dan Pembelian Online Store dengan Taktik E-Commerce

Budaya belanja masyarakat dunia telah jauh bergeser karena pengaruh teknologi. Begitu juga dengan pola bisnis retail yang sekarang ini lebih marak di dunia maya....
rianda
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *