Rincian Modal Usaha Angkringan & Perkiraan Penghasilan

4 min read

Rincian Modal Usaha Angkringan

Membuka usaha di bidang kuliner memang sangatlah menjanjikan, terutama usaha angkringan. Angkringan sendiri merupakan warung kecil yang biasanya didirikan di dekat pemukiman warga atau pinggir jalan. Bisnis ini kian diminati karena berpeluang menghasilkan keuntungan besar. Selain itu, modal usaha angkringan ini tergolong kecil sehingga cocok bagi pemula yang ingin membuka usaha.

Saat ini warung makan dengan tema angkringan pun semakin populer di masyarakat. Tempat makan tersebut menyajikan berbagai makanan lezat dengan harga yang terjangkau. Lalu, angkringan juga menyediakan tempat untuk berkumpul atau bersantai bersama kerabat atau teman.

Tidak mengherankan jika warung tersebut banyak ditemui di sekitar daerah kampus, perumahan, perkampungan, hingga perkantoran. Nah, berikut ini informasi mengenai modal usaha angkringan dan tips untuk mengembangkan usaha tersebut.

Menu Makanan dan Minuman Angkringan

Pemilihan menu dalam usaha kuliner dapat menentukan daya tarik konsumen, dan biaya operasional per harinya. Ada baiknya jika menu tersebut disesuaikan dengan modal usaha angkringan, agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

Tentukan daftar menu makanan yang akan disajikan dalam angkringan, seperti nasi kucing, nasi goreng, nasi telur, nasi tempe kering, nasi teri, nasi usus, nasi ati, tiwul, dan lain sebagainya. Sajikan pula menu pendamping, misalnya, bakwan, tahu isi, tape goreng, pisang goreng, mendoan, sate telur, sate usus, serta kerupuk.

Selain makanan tersebut, sediakan juga minuman seperti susu jahe, kopi, es susu, es jeruk, teh, dan lain-lain. Menu yang lengkap ,enak dan lezat pastinya akan banyak digemari. Pastikan pula harganya sesuai dengan kualitas bahan-bahan yang digunakan. Agar konsumen tidak merasa harga terlalu mahal untuk sebuah angkringan.

Rincian Modal Usaha Untuk Memulai Bisnis Angkringan

Mengetahui rincian biaya menjadi hal yang perlu dilakukan ketika ingin membuka bisnis. Perhitungan dilakukan agar seseorang bisa memperhitungkan keuntungan yang diperoleh setiap bulannya. Berikut rincian modal usaha angkringan yang harus diketahui, antara lain:

1. Membeli Peralatan dan Perlengkapan

Setiap usaha pastinya membutuhkan dana untuk biaya investasi ketika baru memulainya. Untuk menghitungnya seseorang memerlukan daftar barang apa saja yang diperlukan ketika berjualan nanti. 

Apabila membutuhkan modal usaha angkringan yang lebih, pemilik pun bisa mencari investor atau donatur yang bersedia membantu keuangan. Caranya dengan membuat proposal usaha dengan detail prospek bisnisnya di masa depan.

Modal investasi ini dapat berupa alat-alat dan perlengkapan yang digunakan untuk berjualan, seperti:

  • 2 lusin gelas (Rp40.000,-)
  • 2 lusin sendok (Rp30.000,-)
  • Termos es (Rp40.000,-)
  • 6 buah garpu (Rp10.000,-)
  • 2 buah teko plastik berukuran besar (Rp20.000,-)
  • 4 buah nampan (Rp18.000,-)
  • Tempat nasi (Rp20.000,-)
  • Tempat sendok (Rp5.000,-)
  • 2 buah ember sedang (Rp20.000,-)
  • 3 buah tempat sampah plastik (Rp15.000,-)

Selain itu, untuk perlengkapan seperti tikar, gerobak angkringan, kursi, terpal, dan meja akan membutuhkan biaya Rp1.400.000,-. Jadi, estimasi dana yang diperlukan untuk investasi perlengkapan ini sebesar Rp1.618.000,-. Biaya peralatan dan perlengkapan ini cukup terjangkau dibandingkan dengan jenis usaha lainnya. Oleh karena itu, usaha angkringan menjadi alternatif tepat bagi yang memiliki modal minim.

2. Belanja Bahan Baku

Anggaran untuk membeli bahan baku biasanya tergantung menu yang disajikan di angkringan. Jika menu yang dijual banyak maka biayanya juga akan menyesuaikan. Bahan baku yang dibutuhkan misalnya beras, kecap, cabai merah, tempe, tahu, bawang putih, bawang merah. Lalu gula, tepung terigu, telur, susu kaleng, es batu, kopi dan teh.

Rincian modal usaha angkringan untuk bahan baku yaitu:

  • Beras 3 kg Rp27.000,-
  • 7 buah kecap Rp3000,-
  • Gula 2 kg Rp23.000,-
  • 3 kaleng susu Rp26.000,-, 
  • Teh Rp 8000,-
  • Bawang putih dan merah ¼ kg Rp10.000,-
  • Cabai merah Rp 8000,- 

Bahan lainnya seperti kopi 1 kg Rp15.000,-, tepung terigu Rp 8000,-, tempe Rp17.000,-, tahu Rp11.000,-, es batu Rp 3000,-, dan telur 1,5 kg Rp 9000,-.  Biaya total untuk belanja bahan baku per hari menghabiskan sekitar Rp140.500,-.

3. Biaya Sewa Tempat

Jika tidak memiliki tempat sendiri untuk memulai bisnis, menyewa tempat menjadi solusinya. Mencari lokasi yang tepat dan strategis memang sedikit susah terutama di daerah perkotaan. Harga sewa pun bisa jauh lebih mahal dari perkiraan budget yang disiapkan. Sebaiknya lakukan survey terlebih dahulu untuk memastikan tempat tersebut layak untuk dijadikan angkringan atau tidak.

Setelah menemukan tempat yang cocok, jangan lupa untuk menanyakan berapa biaya sewanya. Untuk biaya sewa sendiri ada yang pembayarannya pertahun atau perbulan dan bahkan ada yang perhari. 

Pastikan tempat yang disewa letaknya cukup strategis dan harganya pun murah. Biasanya harga sewa tempat memakan biaya sekitar Rp500.000,- per bulan atau kurang lebih Rp5.000.000,- hingga Rp6.000.000,- per tahun. Modal usaha angkringan ini bisa di sesuaikan dengan budget yang ada jadi tidak akan memotong pengeluaran lebih banyak lagi.

4. Biaya Promosi

Tidak hanya memikirkan modal usaha meliputi bahan baku, peralatan dan juga sewa tempat saja. Semua usaha membutuhkan media promosi agar dikenal oleh banyak orang. Misalnya saja dengan memasang banner berukuran cukup besar di depan tempat usaha, yaitu dengan kisaran biaya Rp300.000,-. Tentunya diharapkan dengan adanya banner yang terpasang memudahkan orang-orang yang akan mengunjungi angkringan satu ini.

5. Biaya Operasional Setiap Hari

Setelah mengetahui biaya investasi, ada baiknya juga perlu mengetahui biaya operasional yang dibutuhkan sehari-hari. Menu-menu dalam angkringan akan sangat menentukan modal operasional ini. Dengan begitu, belanja kebutuhan setiap hari bisa dikelola dengan baik. 

Biaya ini mungkin saja lebih mahal dibandingkan biaya investasi. Namun, jika usaha lancar dan hasil penjualan meningkat maka modal pun akan kembali dengan cepat.

Pemilik dapat menjumlahkan biaya bahan baku per hari (Rp140.000,-) dengan kebutuhan lainnya seperti tabung gas 3 kg Rp17.000,-, air galon isi ulang Rp.10.000, hingga biaya air dan listrik Rp17.000,-. Jadi, biaya operasional untuk sehari-hari kurang lebih Rp184.500,-, sedangkan biaya per bulan bisa mencapai Rp6.360.000,-.

Jadi apabila dihitung, maka estimasi total biaya dan modal usaha untuk memulai bisnis ini yaitu sekitar Rp8.778.000,-. Tentunya untuk memperkecil jumlah modal bisa disiasati dengan tidak menyewa tempat dan memanfaatkan halaman rumah yang ada. Namun pastikan bahwa rumah berada di tempat yang strategis dan juga memiliki lahan yang luas. Sehingga pengunjung angkringan akan merasa betah dan nyaman.

Keuntungan Usaha Angkringan

Jika sudah mengetahui dana operasional per hari, maka saatnya untuk menghitung jumlah omset yang didapat selama sebulan penjualan. Perhitungan dilakukan dengan mengalikan harga makanan atau minuman yang terjual selama sebulan. 

Anggaplah terdapat 100 pembeli dalam satu hari yang membeli makanan dengan harga Rp1.500,-, maka tinggal dikalikan 30 hari yang hasilnya Rp4.500.000,-.

Kemudian untuk menghitung keuntungan dari minuman yang terjual pun hampir sama. Caranya hitung jumlah konsumen per hari (100 orang) lalu dikalikan dengan harga minuman (Rp 2000,-) dan 30 hari, maka hasil yang didapat yaitu Rp 6000.000,-. Jadi, keuntungan per bulan yang didapat dari usaha ini sekitar Rp10.500.000,-. Sangat menguntungkan bukan?

Hasil dari omset per bulan memang cukup besar dan menjanjikan. Namun, omset tersebut termasuk laba kotor yang akan dikurangi untuk keperluan lainnya. Untuk mengetahui laba bersih yang didapat yaitu dengan mengurangi omset per bulan dengan modal usaha angkringan untuk operasional.

Misalnya omset yang didapat Rp10.500.000,- per bulan kemudian dikurangi total biaya operasional setiap bulannya yaitu Rp6.360.000,-. Pemilik usaha akan mengantongi Rp4.140.000,- setiap bulan sebagai keuntungan bersih dari bisnis angkringan tersebut. Dijamin dengan konsistensi dan juga kerja keras, maka modal usaha dari angkringan ini akan cepat kembali dan menghasilkan keuntungan yang sangat menjanjikan.

Itulah beberapa informasi lengkap mengenai rincian modal usaha angkringan yang wajib diketahui. Bisnis ini dapat menjadi pilihan tepat bagi pemula. Yang sedang ingin mencoba merintis usaha sendiri, karena rincian modal yang tidak terlalu besar. Maka dari itu pastikan memiliki perencanaan bisnis dan perhitungan modal yang baik supaya mendapatkan keuntungan yang sebanding pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *